kekosongan ini benar-benar membuat jantungku berdegup lebih kencang, melihat sosoknya sedekat ini,, sosok yang tiap kehadirannya di sekitar ku selalu aku rasakan, yang ditiap keberadaannya di sekitarku selalu membuatku merasa nyaman, walaupun tak pernah sedekat ini,, aku tak meyukai perasaan ku saat ini, aku tak suka, mungkin, tak suka dengan pertemuan ini..
"gimana kabarnya?" tanya nya membuka pembicaraan
"baik" jawab ku..
jujur, aku tak tahu mengapa harus terjadi pertemuan ini, jujur, aku bingung apa yang harusnya terjadi dengan pertemuan ini. karena kami hanya terpaku dalam sepi. 5 menit berlalu, dan akhirnya aku merasa pertemuan ini tidak penting!
"ini video yang kamu minta, mungkin hanya sedikit, tapi semoga bermanfaat" ujarnya
"oh iya, makasih" jawabku
ahh, aku tak dapat berkata secerewet biasanya, kenapa? dalam setiap pembicaraan kami, hanya "ya" "tidak" "maaf" "terimakasih" cukup, setiap kata yang ku ucap lebih dari cukup untuk menjawab semua pertanyaan atau menanggapi semua pernyataan nya, tapi sejujurnya, ada banyak hal yang ingin aku ungkap kan, tapii,, mata dan lidah ku selalu terasa membeku,, terkadang, mengetahuinya dari kejauhan adalah hal yang kurasa paling dekat. ya, aku, anak perempuan,mungkin, masih kanak-kanak, atau mungkin? malah terlalu dewasa? ahh aku pun tak mengerti, aku tahu, beberapa video ini. mungkin bisa menjadikan manfaat,, ya,, terlalu banyak yang berputar dipikiranku, mungkin, hal inilah yang membuat ku membeku dihadapannya.
"baiklah, aku pergi dulu, masih ada agenda, mau langsung pulang?" tanyanya memecah semua keheningan dan kesibukan alam pikiran ku.
"oh, aku juga ada agenda, silakan duluan, terimakasih videonya" jawabku
dia akhirnya berlalu, berlalu pada tikungan disamping anak tangga itu, berlalunya dia, diikuti dengan berlalunya aku, juga dibalik tikungan itu, agenda kembali menanti. pertemuan singkat ini, 5 menit, ya hanya 5 menit, anak tangga yang aku turuni terasa bertambah panjang, hingga aku harus sampai di agenda berikutnya. apakah aku merasa senang, aku merasa,, mengetahuinya dari kejauhan merupakan hal yang lebih menyenangkan, ahh, ternyata aku penakut. well, everything is gonna be okay, agenda lain nya,, masih menunggu.
***
we accept your application, so see you soon in Illmenau
benarkah ini terjadi? aku tak percaya dengan email yang baru ku baca, artinyaa, aku dapat melanjutkan sekolahku disana, Jerman, negara 3 warna itu, negara yang ku impikan itu,, tapi,, itu artinyaa,, sosok itu, tak dapat lagi aku ketahui. tak dapat lagi? ah iya kah? tidak,
aku masih bisa mengetahuinya,, masih bisa,, yaa, mungkin dengan bertambahnya jarak ini, aku bisa merasakan, apakah iya perasaan ini merupakan karunia itu? atau hanyalah segelintir ujian yang harus aku terima karena aku tengah beranjak dewasa? ya, aku tahu, aku akan menemukan jawabannya dengan pergi kesana. ya,, aku tahu,,
akhirnya, video itu, merupakan souvenir ku untuk berangkat ke Jerman, yaa, seperti yang sudah ku duga, souvenir, atau kenang-kenangan, atau tanda perpisahan? tapii, dia tidak tahu, sosok itu,, tidak tahu,, hmm..
***
kupandangi melalui jendela pesawat yang aku tumpangi, gumpalan awan tipis, tebal, putih bagai kapas, namun ada yang terlihat kelabu. okeh inilah perjalananku, perjalanan untuk melanjutkan hidup. mungkin, tidak, ini pasti, disana, aku memperbaiki diri, yaa,, memperbaiki diri,, menjaga hati,, disana,, tanpa ssok itu, untuk akhirnya mnegetahui, apakah ini karunia? ataukah hanya segelintir ujian? aku akan segera menemukan jawabannya,, ya,, segera,, saat sudah kumulai disana,, segera,, ^^
THE END
okeh aku sebenarnya bingung dengan cerita ini, tapi,, ya udah la ya,, namaya juga nulis,, hha, aku juga bingung dengan endingnya,, kalau aku bikin kedua orang ini menikah,, ahh,, ngga asik banget,, kan aku masih muda *teruuussss,, :D yaah,, semoga bisa jadi hiburan deh, selamat membaca,, dan semoga ngga bingung-bingung amat,, HHa,, ^^
0 comments:
Post a Comment