Atasan : “Apa sih susahnya
ngomong? Ditelpon susah, diajak rapat susah?!”
Staf
: “Aku punya Istri muda!!!” (Nah Lho?!!)
Percakapan
di atas terinspirasi dari salah satu iklan provider terkemuka, bukannya saya
berniat promosi, namun saya menganggap kalimat pembuka di atas dapat menjadi
pengantar bagi tulisan saya kali ini. Istri muda, mungkin sebutan ini terdengar
tabu bagi kalangan para istri. Apalagi istri muda sering dijadikan julukan bagi
istri kedua, istri ketiga maupun istri keempat walaupun mungkin usia mereka
jauh lebih tua dari istri pertama. Namun yang saya maksud disini bukan istri
kedua dan seterusnya, melainkan istri yang usianya belasan dan masih disebut
sebagai remaja. Mereka biasanya akan jauh lebih sulit diatur dan terkesan manja
sehingga dalam cuplikan diatas staf kantor harus rela ditegur oleh atasannya.
Dewasa
ini banyak sekali gadis yang menikah
pada usia muda, apalagi bagi mereka gadis-gadis desa yang memang jarang sekali mengenyam pendidikan tinggi karena factor ekonomi bahkan karena telah dijodohkan oleh orang tuanya. Bagi sebagian orang, menikah muda merupakan hal yang wajar. Memang hal tersebut tidak salah, mengingat merupakan tugas orang tua agar putrinya tidak terjerumus ke dalam pergaulan bebas. Sehingga orang tua berupaya menyelamatkan kehidupan putrinya
dengan segera menikahkan mereka. Namun tak dapat dipungkiri dengan mengenyampingkan pendidikan masa depan bangsa terancam, melahirkan di usia muda sangat rentan terhadap resiko bayi lahir cacat selain itu dapat menyebabkan ledakan penduduk.
pada usia muda, apalagi bagi mereka gadis-gadis desa yang memang jarang sekali mengenyam pendidikan tinggi karena factor ekonomi bahkan karena telah dijodohkan oleh orang tuanya. Bagi sebagian orang, menikah muda merupakan hal yang wajar. Memang hal tersebut tidak salah, mengingat merupakan tugas orang tua agar putrinya tidak terjerumus ke dalam pergaulan bebas. Sehingga orang tua berupaya menyelamatkan kehidupan putrinya
dengan segera menikahkan mereka. Namun tak dapat dipungkiri dengan mengenyampingkan pendidikan masa depan bangsa terancam, melahirkan di usia muda sangat rentan terhadap resiko bayi lahir cacat selain itu dapat menyebabkan ledakan penduduk.
Awalnya
saya tidak begitu responsif terhadap kenyataan ini, akan tetapi jika keadaan
terus berlanjut bagaimana nasib bangsa dimasa depan? Disinilah pendidikan
memegang peranan penting. Pendidikan
merupakan proses
perkembangan kecakapan seseorang dalam bentuk sikap dan prilaku yang berlaku dalam
masyarakatnya. Proses sosial dimana seseorang dipengaruhi oleh sesuatu
lingkungan yang terpimpin (khususnya di sekolah) sehingga ia dapat mencapai
kecakapan sosial dan mengembangkan kepribadiannya (Good 1977). Setidaknya istri muda harus diberi
pendidikan dasar mengenai peran dan kontribusi mereka terhadap bangsa. Sehingga
mereka akan sadar bagaimana seharusnya mereka berpikir dan berprilaku dengan
status mereka sebagai seorang istri walaupun dalam usia yang masih muda. Lalu siapa yang berkepentingan memberikan
pemahaman pentingnya pendidikan? Itulah fungsi kita sebagai mahasiswa. Sebagai social
control, yang menyampaikan kebenaran mengenai fakta pentingnya pendidikan,
sebagai agent of change yang merupakan agen perubahan, merubah pola pikir istri
muda yang kekanak-kanakan dan iron stock sebagai generasi penerus bangsa. Masih
kurangkah alas an-alasan mengapa kita perlu memberikan pendidikan kepada para
istri muda?
Setelah
kita mengetahui betapa pentingnya pendidikan bagi istri muda, sekarang kita bertanya
bagaimana cara kita melakukannya? Jawabannya seperti yang pernah diutarakan
oleh Aa Gym dengan 3 M-nya. Pertama mulai dari diri sendiri, bukan berarti kita
sebagai wanita menjadi istri muda, tapi mulailah dengan menjadikan diri kita
sebagai pendidik sukarelawan. Kedua mulailah dari hal yang kecil, untuk
menyelenggarakan pendidikan kita tidak perlu terlalu merasa repot dengan
fasilitas perkuliahan yang harus ada, cukup dengan bicara, duduk melingkar
pendidikan sudah dapat tersampaikan. Dan yang terakhir mulai dari sekarang. Ada
banyak sekali para istri muda yang membutuhkan pendidikan, yang berarti ada
banyak pahala dan manfaat yang bisa kita peroleh. Jadi untuk apa menunggu lebih
lama lagi? Mari bergerak sebagai mahasiswa.
0 comments:
Post a Comment