Pernahkah Anda melihat seorang polisi wanita yang tengah memegang
senjata untuk melumpuhkan penjahat yang sedang dihadapinya? Pernahkah Anda
melihat seorang ustadzah di sebuah TKA yang sedang mengajarkan shalawat badar
kepada murid-muridnya? Bagaimana kesan
anda ketika melihat kedua sosok wanita itu? Apakah hal yang sama terlintas di
benak anda ketika melihat mereka? Jawabannya bisa sangat bervariatif. Jika saya
yang ditanya apa yang terlintas di benak saya ketika melihat kedua sosok wanita
itu, tentu jawabannya akan berbeda. Ketika melihat seorang polwan yang ada di
benak saya ialah tangguh, gagah, berani, kesannya casual. Sedangkan ketika
saya melihat seorang ustadzah, yang terlintas ialah senyum, lembut, hangat dan
tulus, kesannya feminim. Lho kok beda ya? Padahal
masih sama-sama wanita. Nah, hal itu lah yang merupakan hasil dari penggambaran karakter.
Setiap manusia tentunya memiliki karakter masing-masing, hal
tersebutlah yang menjadi pembeda antara manusia
yang satu dengan manusia yang lain. Karakter
adalah budi budi pekerti yang melibatkan aspek pengetahuan (cognitive),
perasaan (feeling) dan tindakan (action). Untuk itu terdapat karakter standar universal/umum yang berlaku secara
umum yang dikaitkan dengan syarat keberhasilan, meliputi kepercayaan,
kejujuran, keadilan, tanggung jawab, keterbukaan dsb. Sifat-sifat tersebut
seperti memiliki daya tarik magnet untuk diidamkan dan dimiliki. Pembentukan karakter tidak terlepas dari lingkungan keluarga, tempat tinggal hingga
profesi. Seperti dalam gambaran pendahuluan tadi, di Indonesia ada banyak
sekali profesi yang dijalani oleh seorang wanita terlepas dari kehidupannya
sebagai ibu rumah tangga. Namun yang perlu di ingat kembali, seorang wanita
tidak boleh sampai lupa akan kewajibannya terhadap anak dan keluarganya.
Profesi seseorang dapat mempengaruhi pembentukan karakter yang terlihat.
Misalnya tadi, profesi seorang polwan menggambarkan karakter yang tegas,
tangguh, berani sedangkan profesi Ustadzah lebih menunjukan karakter lembut,
dan ramah. Banyak profesi yang menimbulkan berbagai karakter berbeda. Dari semua karakter yang kini melekat
pada wanita, setiap wanita pasti wanita
tetap memiliki sebuah predikat yakni cantik. Cantik juga merupakan suatu
karakter. Kecantikan itu bukan hanya yang tampak dari fisik tapi yang paling
sering dibicarakan dan dicari karena termasuk hal yang langka ialah inner beauty atau kecantikan dari dalam.
Inner beauty
dapat diartikan sebagai intangible power (kekuatan yang tidak nampak
secara fisik). Inner beauty merupakan energi dari sebuah kecantikan yang
akan membuat
seseorang terlihat cantik meskipun secara fisik tidak memenuhi kriteria cantik alias biasa-biasa saja. Energi yang melahirkan kecantikan sejati dan alami, energi yang bersumber dari kedalaman hati. Energi yang dihasilkan inner beauty seperti energi matahari. Memancarkan aura positif dan menciptakan daya tarik alami yang menyebar ke seluruh penjuru tubuh dan wajah. Menumbuhkan kepribadian yang baik dan unik. Mengembangkan sikap dan perilaku yang menarik, menghadirkan rasa nyaman dan tentram setiap orang di dekatnya, sehingga terbentuk suatu karakter yang kuat dan menarik.
seseorang terlihat cantik meskipun secara fisik tidak memenuhi kriteria cantik alias biasa-biasa saja. Energi yang melahirkan kecantikan sejati dan alami, energi yang bersumber dari kedalaman hati. Energi yang dihasilkan inner beauty seperti energi matahari. Memancarkan aura positif dan menciptakan daya tarik alami yang menyebar ke seluruh penjuru tubuh dan wajah. Menumbuhkan kepribadian yang baik dan unik. Mengembangkan sikap dan perilaku yang menarik, menghadirkan rasa nyaman dan tentram setiap orang di dekatnya, sehingga terbentuk suatu karakter yang kuat dan menarik.
Pada hakikatnya inner
beauty bukan
merupakan kecantikan bawaan yang dimiliki seseorang sejak
lahir. Inner beauty merupakan sebuah proses pembelajaran kepribadian
yang bisa dilatih, dan bisa dimiliki semua orang. Karena itu, kita bisa
melatihnya dalam praktik kehidupan sehari-hari dengan mengaplikasikan tiga
energi inner beauty yaitu motivasi,
kepercayaan diri, dan ketulusan hati. Ketiga energi ini dapat dikatakan
sebagai the real energy of beauty yang bisa menarik energi-energi
positif lainnya dari diri kita,
terutama rasa bahagia. Seseorang yang memiliki inner beauty mamiliki
motivasi yang kuat dan tidak akan mudah menyerah pada keadaan juga kelemahan
dirinya. Justru kelemahan dan kekurangan dirinya itulah yang memotivasinya
untuk tetap terlihat cantik dengan apa yang ia miliki. Ia tampil percaya diri,
dengan segala kelebihan yang dimilikinya dan tidak merasa rendah diri
mengetahui dan mengakui kelemahannya. Dengan ketulusan hati ia tetap berusaha
mewujudkan kemauannya, tetap memupuk rasa bahagianya dengan apa yang ia punya,
sehingga mampu berpikir positif dan optimis dalam setiap aktivitasnya.
Salah satu cara yang dapat menunjukan inner beauty ialah dengan
tersenyum. Senyum yang tulus dan ikhlas mempesona memancarkan inner beauty sang
pemiliknya. Tersenyum, betapa
mudahnya hal ini dilakukan. Hanya butuh sedetik untuk merubah bentuk
bibir menjadi senyum. Dan hanya butuh tujuh detik mempertahankan sang
senyum untuk terlihat sebagai ungkapan ketulusan hati. Senyum merupakan anugrah
dari Allah SWT yang sengaja diciptakan untuk memperindah manusia. Sehingga
penampilannya secara keseluruhan terlihat lebih menarik. Memang tak dapat
dipungkiri, pesona pada diri seseorang seringkali bersumber
dari fisik. Artinya anda yang berwajah ganteng, cantik, bertubuh proporsional plus ditunjang pakaian
dan penampilan yang keren, akan terlihat
menarik. Tapi pesona lahir seperti ini akan luntur manakala tidak didukung oleh
pesona dari dalam. Pesona dari dalam itu antara lain intelektual dan perilaku
menyangkut etiket dan tata krama menghadapi orang lain. Senyum yang tulus dapat
memancarkan cahaya hati dan inner beauty kita, memberi kesan hangat dan
ramah. Tersenyum mampu mendekatkan perasaan dan menumbuhkan ikatan kasih sayang
yang mengeratkan hubungan hati. Tersenyumlah, karena dengan senyum akan
terpancar kecantikan berenergi dari dalam hati yang penuh ketulusan,
energi positif tulah
inner beauty.
Bangsa Indonesia yang dari dulu terkenal dengan keramahtamahannya
merupakan suatu bukti nyata akan melekatnya karakter kuat dari masyarakat.
Murah senyum dan ramah dalam menyambut tamu merupakan salah satu karakter kuat
bangsa kita. Namun jangan salah, banyak juga orang yang salah mengartikan
senyuman yang diberikan. Sebagai seorang wanita, sebaiknya kita menjaga diri
dari hal hal yang berlebihan. Hal ini juga berkaitan dengan pembentukan
karakter seorang wanita, tadi saya menyebutkan bahwa tersenyum yang tulus dan
ikhlas dapat menjadi sebuah magnet tersendiri. Oleh karena itulah wanita harus
berhati-hati dalam memberikan senyuman. Dalam hal ini wanita harus mampu
bersikap adil yakni menempatkan sesuatu pada tempat dan waktu yang tepat.
Dengan demikian, pembentukan karakter yang khas pada wanita Indonesia masa kini
haruslah merupakan perpaduan antara inner
beauty dan keadilan. Dengan memiliki rasa keadilan, diharapkan setiap
wanita akan mampu menjaga dirinya dari hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan
sifat adil seorang wanita mampu memilah yang baik dan benar. Adil ini merupakan sebuah
sikap paling utama di bidang "budi pekerti luhur" seorang manusia,
dan pasti dimiliki oleh mereka yang mau memelihara, mendengarkan, dan mau
menaati "bisikan hati nuraninya", yang mana pada dasarnya itu semua
adalah bimbingan Allah. Menaati
bisikan hati nurani adalah sebuah cara bagaimana kita bisa mengembangkan sifat
adil dan bijaksana, yang sesungguhnya sifat itu sudah ada tertanam di dalam
diri setiap orang, jika kita menyadarinya. Tetapi jika mereka tidak
mengindahkan bisikan hati nurani ini, ya pasti akan menemui kesulitan untuk
bisa bersikap adil dan bijaksana ini.
Wanita seperti inilah harusnya wanita Indonesia, wanita
berkarakter adil dan memiliki pancaran inner
beauty melalui senyumannya, inilah wanita Indonesia.
Daftar pustaka
Lee, Supardi. 2008.
Keajaiban Senyum. (terhubung berkala). http://www.pengembangandiri.com/articles/36/1/Keajaiban-Senyum/Page1.html
[20 April 2012].
Wuryantoro. 2012. Pengertian
Karakter. (terhubung berkala). http://www.wuryantoro.com/2012/04/pengertian-karakter.html
[20 April 2012].
Priyasta, Eka. 2011. Kaitan
Senyuman dengan inner beauty.
(terhubung berkala). http://kesehatan.kompasiana.com/kejiwaan/2011/11/03/kaitan-senyuman-dengan-inner-beauty/
[20 April 2012].
Wuryanano. 2007.
Mengembangkan Sikap Adil dan Bijaksana. http://wuryanano.blogspot.com/2007/11/mengembangkan-sifat-adil-dan-bijaksana.html/
[20 April 2012].
0 comments:
Post a Comment